Pada
postingan ini, saya akan coba membahas jurusan kuliah yang sedang saya jalani
sekarang, Perbankan Syariah. Jadi, Jadi, tulisan ini berasal dari sudut pandang seorang mahasiswi semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri
Ar-Raniry yang ingin memperkenalkan sekaligus mempromosi jurusan Perbankan
Syariah.
Sejak saya
kecil, tidak banyak hal yang tau seputar bank. Info yang saya dapatkan tentang
bank hanyalah sebuah lembaga penyimpanan dan pengiriman uang. Sedikit memilki
kesamaan dengan anjuran menabung namun menabung di bank bermakna kita harus
menabung dalam nominal yang besar.
Waktu
berjalan, info yang saya dapatkan mengenai Perbankan semakin banyak. Saya sudah
mulai mengenal istilah penarikan tunai di ATM. Saat menginjak pendidikan MTs
dan SMA , saya sudah mulai mengenal istilah bunga bank adalah riba. Tapi saat
itu, saya belum sama sekali mengenal bagaimana bunga bank dapat dikatakan riba
dan pengetahuan yang menjadi perbedaan mendasar tentang riba.
Tahun 2014,
saya memilih Perbankan Syariah sebagai jurusan untuk melanjutkan pendidikan
saya. Tidak dipungkuri, sesuatu yang saya pikirkan saat itu hanyalah bagaimana
serunya dan nikmatnya bekerja di Perbankan, terutama perbankan syariah yang
bebas bunga.
Tahun
pertama menjadi mahasiswa baru saya lewati dengan mengenal dasar-dasar
perbankan syariah dan ekonomi Islam dan konvensional. Apa saja yang membedakan
keduanya, sejarah perbankan dan ekonomi Islam dan pengetahuan umum lainnya
seputar bank.
Semester 3,
pikiran saya tentang perbankan benar-benar dibuka. Di semester ini saya belajar
banyak, bahwa perbankan bukan hanya sekedar lembaga ekonomi, tetapi jauh dari
itu ada banyak pelajaran lain yang saya dapat. Bahwa perbankan syariah adalah
lembaga ekonomi dan sosial yang merangkul semua kalangan. Bahwa lembaga
keuangan bank adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi kita
sehari-hari.
Pengetahuan
saya tentang bunga bank adalah riba mulai terbuka. Bahwa riba dalam bunga bank
bukan hanya sekedar ‘mengambil tambahan’ tetapi lebih besar dari itu, bunga
bank menzalimi manusia lainnya. Bunga bank ataupun jumlah keuntungan yang
dijanjikan dalam bank konvensional itu tidak adil, karena dalam Islam diajarkan
dilarang mematok ukuran keuntungan di awal. Usahalah sekeras mungkin maka akan
berdampak pada semakin besarnya keuntungan yang kita dapatkan.
Masih
terkait dengan pembahasan di atas, bank syariah menjalankan mekanisme kerja
berdasarkan prinsip nisbah (bagi hasil) antara mudharib (pengelola dana) dan
shahibul mal (pemilik dana). Syariah sangat memperhatikan sesuatu dengan sangat
mendetail. Dalam hal kegiatan perbankan misalnya, sangat memperhatikan
bagaimana memperoleh dan menyalurkan dana dengan cara yang benar dan halal
bukan dengan cara yang syubhat (meragukan) dan haram. Jadi, bagi siapapun yang
ingin melanjutkan pendidikan dan karier di perbankan syariah tidak perlu
mengkhawatirkan hasil yang kita dapatkan.
Ekonomi
Islam saat ini juga berkembang dengan pesat. Hal ini berdampak pada perbankan
sebagai lembaga intermediate. Sejak tahun 1998 sampai dengan sekarang, sudah
terdapat 12 buah bank konvensional yang berkonversi ke bank syariah, sayangnya
hal ini tidak diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia yang memahami
dengan tepat seperti apa bank syariah itu. Peluang berkarier di Perbankan
Syariah terbuka lebar bagi kita yang melanjutkan pendidikan di perbankan
syariah.
Poin
berikutnya yang akan saya jelaskan yang juga merupakan pembeda antara bank
syariah dengan bank konvensional adalah fungsi sosialnya. Jika bank
konvensional hanya mengutamakan pada keuntungan (profit oriented), lain halnya
dengan bank syariah yang memiliki fungsi sosial Qardhul Hasan (pinjaman
kebijakan) dan mengeluarkan zakat. Orientasi bagi bank syariah bukan hanya
tentang keuntungannya saja tetapi juga kesejahteraan dunia akhirat (Al-Falah). Bagi
siapapun yang memilki jiwa sosial dan senang membantu, maka berkuliah di perbankan
syariah bisa menjadi sebuah pertimbangan.
Memutuskan untuk melanjutkan
pendidikan di perbankan syariah tentu diiringi dengan pertimbangan ingin
melanjutkan karier ke arah mana. Di perbankan syariah, karier bukan hanya
sekedar bekerja pada lembaga keuangan bank saja. Bank syariah memiliki Dewan
Pengawas Syariah (DPS) di tiap bank dan Dewan Syariah Nasional (DSN) yang
keduanya bekerja mengawasi kinerja setiap bank syariah. Jadi, bekerja di kedua
lembaga tersebut juga bisa dijadikan daftar cita-cita dan impian melanjutkan
karier nantinya.
Selanjutnya, untuk kalian yang
menyenangi berbicara di depan publik, perbankan syariah juga bisa menjadi
pertimbangan. Faktanya, pengetahuan masyarakat mengenai perbankan syariah masih
sangat minim. Beberapa masyarakat bahkan masih menganggap bahwa perbankan
syariah tidak berbeda dengan perbankan konvensional. Hanya label ‘syariah’ saja
yang membedakan padahal mekanisme kerja di dalamnya tidak memiliki perbedaan.
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang besar. Perbankan syariah jelas
memilki perbedaan yang mencolok dengan perbankan konvensional seperti beberapa
poin yang sudah saya jelaskan di atas. Di sinilah kesempatan kembali terbuka
lebar bagi kalian yang melanjutkan pendidikan di perbankan syariah. Kalian akan
mengetahui banyak hal tentang perbankan syariah, menjadi konsultan keuangan
khususnya di bidang perbankan syariah bahkan menjadi pembicara pada
seminar-seminar dan melakukan sosialisasi.
Seperti yang sudah saya singgung
sebelumnya bahwa belajar di perbankan syariah bukan hanya tentang lembaga
keuangan bank saja, tetapi juga tentang lembaga keuangan non-bank. Disini
pengetahuan kalian juga akan terbuka lebar mengenai pasar modal, asuransi,
pegadaian, dan berbagai lembaga keuangan non-bank lain baik dari segi
syariahnya maupun konvensionalnya.
Poin yang tak kalah penting,
kehidupan manusia semakin berkembang. Indonesia menjadi salah satu negara yang
tergabung dalam ASEAN dan ikut dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Mulai dari
tahun ini sampai tahun-tahun berikutnya,
Indonesia akan menjadi negara dimana perdagangan dan pertukaran secara bebas
dalam sektor barang dan jasa. Perbankan syariah sebagai lembaga intermediate
haruslah siap menghadapi keadaan ini. Kegiatan perbankan akan lebih kompleks
dan ini merupakan satu keuntungan bagi dunia perbankan yang keberadaannya
sangat penting bagi kehidupan manusia. Tidak menutup kemungkinan dari kegiatan
yang kompleks ini akan menambah jumlah unit perbankan syariah.
Demikianlah sedikit ulasan dari
saya, mahasiswi semester 4 perbankan syariah Universitas Islam Negeri
Ar-Raniry. Sedikit pesan bagi kalian yang sedang bimbang memutuskan untuk
melanjutkan kuliah di bidang apa, pikirkan dan pertimbangkan semua keputusan
kalian sebaik mungkin. Jika kalian menyukai ulasan ini, silahkan jadikan
perbankan syariah sebagai pertimbangan kalian melanjutkan pendidikan dan
karier. Akhir kata, selamat memilih dan semoga sukses!

mau nanya perbedaan jurusan islamic banking dan islamic finance apa ya ?
BalasHapus