Minggu, 22 Mei 2016

Perbankan Syariah : Jurusan Sejuta Hal Mengagumkan



           Pada postingan ini, saya akan coba membahas jurusan kuliah yang sedang saya jalani sekarang, Perbankan Syariah. Jadi, Jadi, tulisan ini berasal dari  sudut pandang seorang mahasiswi semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry yang ingin memperkenalkan sekaligus mempromosi jurusan Perbankan Syariah.
           Sejak saya kecil, tidak banyak hal yang tau seputar bank. Info yang saya dapatkan tentang bank hanyalah sebuah lembaga penyimpanan dan pengiriman uang. Sedikit memilki kesamaan dengan anjuran menabung namun menabung di bank bermakna kita harus menabung dalam nominal yang besar.
           Waktu berjalan, info yang saya dapatkan mengenai Perbankan semakin banyak. Saya sudah mulai mengenal istilah penarikan tunai di ATM. Saat menginjak pendidikan MTs dan SMA , saya sudah mulai mengenal istilah bunga bank adalah riba. Tapi saat itu, saya belum sama sekali mengenal bagaimana bunga bank dapat dikatakan riba dan pengetahuan yang menjadi perbedaan mendasar tentang riba.
           Tahun 2014, saya memilih Perbankan Syariah sebagai jurusan untuk melanjutkan pendidikan saya. Tidak dipungkuri, sesuatu yang saya pikirkan saat itu hanyalah bagaimana serunya dan nikmatnya bekerja di Perbankan, terutama perbankan syariah yang bebas bunga.
           Tahun pertama menjadi mahasiswa baru saya lewati dengan mengenal dasar-dasar perbankan syariah dan ekonomi Islam dan konvensional. Apa saja yang membedakan keduanya, sejarah perbankan dan ekonomi Islam dan pengetahuan umum lainnya seputar bank.
           Semester 3, pikiran saya tentang perbankan benar-benar dibuka. Di semester ini saya belajar banyak, bahwa perbankan bukan hanya sekedar lembaga ekonomi, tetapi jauh dari itu ada banyak pelajaran lain yang saya dapat. Bahwa perbankan syariah adalah lembaga ekonomi dan sosial yang merangkul semua kalangan. Bahwa lembaga keuangan bank adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi kita sehari-hari.
           Pengetahuan saya tentang bunga bank adalah riba mulai terbuka. Bahwa riba dalam bunga bank bukan hanya sekedar ‘mengambil tambahan’ tetapi lebih besar dari itu, bunga bank menzalimi manusia lainnya. Bunga bank ataupun jumlah keuntungan yang dijanjikan dalam bank konvensional itu tidak adil, karena dalam Islam diajarkan dilarang mematok ukuran keuntungan di awal. Usahalah sekeras mungkin maka akan berdampak pada semakin besarnya keuntungan yang kita dapatkan.
           Masih terkait dengan pembahasan di atas, bank syariah menjalankan mekanisme kerja berdasarkan prinsip nisbah (bagi hasil) antara mudharib (pengelola dana) dan shahibul mal (pemilik dana). Syariah sangat memperhatikan sesuatu dengan sangat mendetail. Dalam hal kegiatan perbankan misalnya, sangat memperhatikan bagaimana memperoleh dan menyalurkan dana dengan cara yang benar dan halal bukan dengan cara yang syubhat (meragukan) dan haram. Jadi, bagi siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan dan karier di perbankan syariah tidak perlu mengkhawatirkan hasil yang kita dapatkan.
           Ekonomi Islam saat ini juga berkembang dengan pesat. Hal ini berdampak pada perbankan sebagai lembaga intermediate. Sejak tahun 1998 sampai dengan sekarang, sudah terdapat 12 buah bank konvensional yang berkonversi ke bank syariah, sayangnya hal ini tidak diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia yang memahami dengan tepat seperti apa bank syariah itu. Peluang berkarier di Perbankan Syariah terbuka lebar bagi kita yang melanjutkan pendidikan di perbankan syariah.
           Poin berikutnya yang akan saya jelaskan yang juga merupakan pembeda antara bank syariah dengan bank konvensional adalah fungsi sosialnya. Jika bank konvensional hanya mengutamakan pada keuntungan (profit oriented), lain halnya dengan bank syariah yang memiliki fungsi sosial Qardhul Hasan (pinjaman kebijakan) dan mengeluarkan zakat. Orientasi bagi bank syariah bukan hanya tentang keuntungannya saja tetapi juga kesejahteraan dunia akhirat (Al-Falah). Bagi siapapun yang memilki jiwa sosial dan senang membantu, maka berkuliah di perbankan syariah bisa menjadi sebuah pertimbangan.
            Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di perbankan syariah tentu diiringi dengan pertimbangan ingin melanjutkan karier ke arah mana. Di perbankan syariah, karier bukan hanya sekedar bekerja pada lembaga keuangan bank saja. Bank syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) di tiap bank dan Dewan Syariah Nasional (DSN) yang keduanya bekerja mengawasi kinerja setiap bank syariah. Jadi, bekerja di kedua lembaga tersebut juga bisa dijadikan daftar cita-cita dan impian melanjutkan karier nantinya.
            Selanjutnya, untuk kalian yang menyenangi berbicara di depan publik, perbankan syariah juga bisa menjadi pertimbangan. Faktanya, pengetahuan masyarakat mengenai perbankan syariah masih sangat minim. Beberapa masyarakat bahkan masih menganggap bahwa perbankan syariah tidak berbeda dengan perbankan konvensional. Hanya label ‘syariah’ saja yang membedakan padahal mekanisme kerja di dalamnya tidak memiliki perbedaan. Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang besar. Perbankan syariah jelas memilki perbedaan yang mencolok dengan perbankan konvensional seperti beberapa poin yang sudah saya jelaskan di atas. Di sinilah kesempatan kembali terbuka lebar bagi kalian yang melanjutkan pendidikan di perbankan syariah. Kalian akan mengetahui banyak hal tentang perbankan syariah, menjadi konsultan keuangan khususnya di bidang perbankan syariah bahkan menjadi pembicara pada seminar-seminar dan melakukan sosialisasi.
            Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya bahwa belajar di perbankan syariah bukan hanya tentang lembaga keuangan bank saja, tetapi juga tentang lembaga keuangan non-bank. Disini pengetahuan kalian juga akan terbuka lebar mengenai pasar modal, asuransi, pegadaian, dan berbagai lembaga keuangan non-bank lain baik dari segi syariahnya maupun konvensionalnya.
            Poin yang tak kalah penting, kehidupan manusia semakin berkembang. Indonesia menjadi salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN dan ikut dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Mulai dari tahun ini sampai tahun-tahun  berikutnya, Indonesia akan menjadi negara dimana perdagangan dan pertukaran secara bebas dalam sektor barang dan jasa. Perbankan syariah sebagai lembaga intermediate haruslah siap menghadapi keadaan ini. Kegiatan perbankan akan lebih kompleks dan ini merupakan satu keuntungan bagi dunia perbankan yang keberadaannya sangat penting bagi kehidupan manusia. Tidak menutup kemungkinan dari kegiatan yang kompleks ini akan menambah jumlah unit perbankan syariah.
            Demikianlah sedikit ulasan dari saya, mahasiswi semester 4 perbankan syariah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Sedikit pesan bagi kalian yang sedang bimbang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di bidang apa, pikirkan dan pertimbangkan semua keputusan kalian sebaik mungkin. Jika kalian menyukai ulasan ini, silahkan jadikan perbankan syariah sebagai pertimbangan kalian melanjutkan pendidikan dan karier. Akhir kata, selamat memilih dan semoga sukses!

1 komentar:

  1. mau nanya perbedaan jurusan islamic banking dan islamic finance apa ya ?

    BalasHapus