Sisi kiriku terasa lebih kosong
dari sebelumnya. Rasanya tidak baik-baik saja saat melihat sesuatu yang
familiar kini terasa semakin asing.
Jarak kita perlahan semakin
menjauh. Semua obrolan kita menjadi semakin singkat, tidak padat, dan aku
menganggapnya ada ketidakikhlasan dari diri kita untuk membuka diri.
Maafkan pemikiranku yang tak
sejalan denganmu. Aku bingung harus mengatakannya bagaimana, tapi sepertinya
bukan hanya kamu yang mengambil jarak itu dariku, aku pun melakukan hal yang
sama.
Setidaknya, aku bersyukur pernah
menjadi bagian dari ikatan itu. Ikatan yang sungguh manis. Sebab kita selalu
menjadi rekan yang berbagi cerita suka dan duka bersama. Bersama kenangan itu,
kamu sudah melihat sisi terbaik dan terburukku dan kuharap kamu tidak
menghakimi masa laluku.
Kita pernah terluka setidaknya
sekali dalam hidup. Itu sebabnya aku sulit percaya dengan orang lain. Namun
denganmu, ku ceritakan segala lukaku. Segala pengorbanan yang kulakukan dan air
mata yang mengalir bersama kenangan buruk itu.
Maaf aku terlalu angkuh untuk
menyapamu lebih dulu. Maaf aku memberimu jarak saat kamu membutuhkanku. Maaf
karena diriku menjadi semakin lemah dan aku membencinya.
Aku benci menjadi lemah. Aku
benci harus mengakuinya lebih dulu. I
miss you.
Delapan huruf itu tak pernah
sembarang kuucap karena aku tak ingin orang mendengar sebuah tipuan. Meski
ilusi kadang terasa lebih menenangkan hati. Tapi aku tak mengucapkannya hanya
untuk membuatmu merasa di atas awan. Aku mengakui bahwa aku kalah.
Menakjubkan rasanya bahwa kita
pernah sangat dekat. Kita pernah saling berbagi emosi. Kita pernah berada dalam satu garis yang sama
sebelum aku harus mengatakan apa saja yang kupikirkan pada hari ini.
Hari ini rasanya masih sama saja
seperti kemarin. Ketika aku memejamkan mata yang kubayangkan adalah figurmu
yang menyenangkan dan menyebalkan. Kita tidak sedang baik-baik saja dan jika
kamu benar-benar menginginkan hal yang sama seperti diriku, mari berharap agar
kita benar-benar bisa saling menghapus jarak ini.
Karena aku sudah mengatakannya
delapan huruf itu lebih dulu, kuharap kamu akan melakukan hal serupa untukku.
If all it is eight letters, why is it so hard
to say?

0 komentar:
Posting Komentar